Sekilas Info:
Minggu, 02 Okt 2022
  • Sukseskan Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Sulawesi Tenggara ke-V Juni 2022

Nasehat-nasehat Rais ‘Aam

KH. Hasyim Asy’ary (1926-1847)

Siapa yang mau mengurusi NU, saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku, saya do’akan husnul khotimah beserta anak cucunya.

 

KH. Wahab Hasbullah (Rais ‘Aam, 1947-1971)

Tidak ada senjata yang lebih tajam dan lebih sempurna lagi selain persatuan. Bersepakat untuk tidak sepakat, berbeda tetapi tetap bersaudara. Jadilah seperti ikan yang hidup. Ikan selagi dia masih hidup,  masih mempunyai ruh atau nyawa, biar seratus tahun hidup di laut yang mengandung garam, dia tetap saja tawar dagingnya tidak menjadi asin.

 

KH. Bisri Syansuri (Rais ‘Aam, 1971-1980)

Jangan cari makan di NU Hidupmu nanti akan lunglai, Jangan keluar dari NU dan  membenci NU nanti akan dilanda hutang besar dan besarkan NU, ikuti program NU dan Ulama hidupmu akan berkah.

 

KH. Ali Maksum (Rais ‘Aam, 1980-1984)

Percaya pada NU, mengetahui dan meyakini ajaran NU, beramal dengan cara NU, berjuang di jalan NU dan bersabar di dalam membela NU”. Siapapun yang ingin menasehati orang lain, selayaknya dia memiliki pengetahuan ulama, siasat para raja dan hikmah orang-orang yang bijak.

 

KH. Achmad Siddiq (Rais ‘Aam, 1984-1991)

Pancasila dan Islam adalah hal yang sejalan dan saling menunjang. Keduanya tidak bertentangan dan jangan dipertentangkan.

KH. Ali Yafie (1991-1992)

Ada satu kaedah pergaulan yang bersifat universal yaitu setiap manusia harus tahu diri, tahu membawa diri dan tahu menempatkan diri

KH. Ilyas Ruchiyat (Rais ‘Aam, 1992-1999)

Jangan kau cari orang alim yang dapat mengamalkan seluruh ilmunya; Jangan kau cari teman yang tidak memiliki kekurangan, nanti kamu akan kesepian; Jangan kau cari rizki yang tidak ada unsur syubhatnya, nanti kau akan kelaparan; Jangan kau cari amal yang tidak ada unsur riyaʼnya, nanti kamu tidak sempat beramal sama sekali.

 

KH. MA. Sahal Machfudh (Rais ‘Aam, 1999-2014)

Menjadi baik itu mudah dengan hanya diam maka yang tampak adalah kebaikan. Yang sulit adalah menjadi bermanfaat karena itu butuh perjuangan.

 

KH. A. Musthofa Bisri (Rais ‘Aam, 2014-2015)

Agamamu belum tentu agama Allah. Agama Allah menghargai manusia dan menebar kasih sayang ke alam semesta. Malaikat tak pernah salah, setan tak pernah benar, manusia bisa benar bisa salah maka kita dianjurkan saling mengingatkan bukan saling menyalahkan

 

KH. Ma’ruf Amin (Rais ‘Aam, 2015-2018)

Kami sepakat bahwa kita memang siap membela negara dan bagi kami NKRI final dan tidak akan memberikan toleransi kepada siapa saja yang akan memecah belah bangsa ini. Kita maju sama-sama. Mari saling menghargai meskipun beda agama, beda mazhab dan beda partai.

 

KH. Miftahul Akhyar (Rais ‘Aam, 2018-sekarang)

Jadi warga Nahdliyyin bukan sekadar warga yang disebut Jama’ah Nahdlatul Ulama tetapi jam’iyyah yang mengerti aturan, AD-ART dan tata tertib sehingga dia mampu membedakan mana kelompok yang palsu dan mana kelompok yang murni sehingga tidak ikut kesana kemari dan akhirnya menjadi orang yang terpecah-pecah

Ekskul Lainnya